Archive for March 28th, 2005

Berjilbab Dulu atau Memperbaiki Hati Dulu?

Monday, March 28th, 2005

artikel dari bb nya mukhson :D
nice article, tapi khusus muslimah kali ye..

Berjilbab Dulu atau Memperbaiki Hati Dulu?
Publikasi: 10/03/2005 08:47 WIB

Jilbab, Hati Dulu atau Kepala Dulu

Assalamu ‘alaikum Wr. Wb.

Bapak ustadz yang terhormat,

Saya ingin bertanya perihal jilbab. Saya
mempunyai seorang teman yang bertanya
mengenai jilbab. Ia ingin menggunakan jilbab
akan tetapi ia bingung apakah harus siap dan
memperbaiki hati terlebih dahulu sebelum
memakai jilbab atau langsung aja memakai
jilbab dan urusan hati sambil berjalan?

Terima Kasih,

Wassalamu ‘alaikum Wr. Wb.
Fahru

Jawaban :

Assalamu ‘alaikum Wr. Wb.

Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillah,
washshalatu wassalamu ‘ala Rasulillah,
Waba’du

Antara hati dan perbuatan sebenarnya sama-
sama penting, sehingga tidak perlu dipilih
mana yang harus diprioritaskan terlebih
dahulu. Lagi pula, sulit untuk menilai urusan
hati atau membuat standarisasinya. Kalau
alasan belum mau pakai jilbab karena
hatinya ingin diberesi dulu, sebenarnya agak
mengada-ada. Sebab siapa yang akan
menilai bahwa hati seseorang sudah bersih
dan baik? Dan bagaimana cara menilainya?
Lalu sampai kapankah hatinya sudah bersih
dan siap untuk pakai jilbab?

Sebenarnya kewajiban memakai jilbab tidak
pernah mensyaratkan seseorang harus
bersih dulu hatinya. Kewajiban itu langsung
ada begitu seorang wanita muslimah masuk
usia akil baligh. Dan satu-satunya tanda
bahwa dia sudah wajib memakai jilbab
adalah tepat ketika dia mendapat haidh
pertama kalinya. Saat itulah dia dianggap
oleh Allah SWT sudah waktunya untuk
memakai jilbab. Tidak perlu menunggu ini
dan itu, karena kewajiban itu sudah langsung
dimulai saat itu juga. Sebagaimana sabda
Rasulullah SAW kepada anak wanita Abu
Bakar ra, Asma’ binti Abu Bakar ra.

Rasulullah SAW bersabda,"Wahai Asma’,
seorang wanita bila telah haidh maka tidak
boleh nampak darinya kecuali ini dan ini.
Rasulullah SAW memberi isyarat kepada
wajah dan tapak tangannya."

Rasulullah SAW tidak mengatakan bahwa
bila sudah bersih hatinya, atau bila sudah
baik perilaku atau hal-hal lain, namun secara
tegas beliau mengatakan bila sudah
mendapat haidh. Artinya bila sudah masuk
usia akil baligh, maka wajiblah setiap wanita
yang mengaku beragama Islam untuk
menutup auratnya. Dan uaratnya itu adalah
seluruh tubuhnya kecuali wajah dan kedua
tapak tangan.

Ketentuan ini juga diperkuat dengan firman
Allah SWT di dalam Al-Quran Al-Kariem
tentang kewajiban memakai kerudung yang
dapat menutupi kepala, rambut, leher dan
dada.

Katakanlah kepada wanita yang beriman,
"Hendaklah mereka menahan
pandangannya, dan kemaluannya, dan
janganlah mereka menampakkan
perhiasannya, kecuali yang nampak dari
padanya. Dan hendaklah mereka
menutupkan kain kudung kedadanya…" (QS.
An-Nur : 31)

Namun bukan berarti kalau sudah pakai
kerudung, boleh berhati jahat atau buruk.
Tentu saja seorang wanita muslimah harus
berhati baik, berakhlaq baik dan berperilaku
yang mencerminkan nilai keimanan dirinya.
Tapi semua itu bukan syarat untuk wajib
pakai jilbab. Sebab keduanya adalah
kewajiban yang tidak saling tergantung satu
dengan yang lainnya.

Wallahu a’lam bishshawab.

Wassalamu ‘alaikum Wr. Wb.

Ahmad Sarwat, Lc

Pekanbaru Dilanda Gempa, Warga Berhamburan Keluar Rumah

Monday, March 28th, 2005

[quote src="http://jkt1.detiknews.com/indexfr.php?url=http://jkt1.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2005/bulan/03/tgl/29/time/02057/idnews/328859/idkanal/10"]

Reporter: Chaidir Anwar Tanjung


detikcom - Pekanbaru, Kota Pekanbaru dilanda gempa
kuat. Belum diketahui berapa kekuatannya. Warga pun berhamburan keluar
rumah dan bertahan duduk di luar rumah.

Gempa itu terjadi sekitar pukul 23.15 WIB, Senin 28 Maret 2005. Di
jalan Kasa di kawasan jalan Sudirman hingga saat ini pukul 00.20 WIB,
Selasa (29/3/2005) sebagian masyarakat masih tampak duduk-duduk di luar
rumah. Mereka masih merasa was-was untuk kembali masuk ke rumah.

Jaringan telepon selama 20 menit pasca gempa hampir tidak berfungsi.
Tak berapa lama setelah gempa, suara azan menggema di sejumlah masjid.
Dilakukan pengajian sekitar 10 menit.

Yang semakin membuat masyarakat panik, aliran listrik dari PLN di
beberapa kawasan mati total sejak Selasa dinihari. Meski demikian belum
ada laporan kerusakan maupun korban. (sss)

Quake strikes off Indonesia coast

Monday, March 28th, 2005

http://edition.cnn.com/2005/WORLD/asiapcf/03/28/indonesia.quake/index.html

Quake strikes off Indonesia coast

Monday, March 28, 2005 Posted: 1804 GMT (0204 HKT)

(CNN) — U.S. officials were urging
residents to evacuate coastal regions in the Indian Ocean after a
earthquake with a preliminary magnitude of 8.2 struck off the coast of
Indonesia Monday.

The National Oceanic and Atmospheric
Administration urged residents within 1,000 kilometers of the epicenter
to evacuate coastal regions.

The quake was centered on the same
fault line where a December 26 earthquake launched a tsunami that
killed at least 175,000 people.

The director of the Pacific Tsunami Warning Center said scientists there feared another tsunami might hit the area.

Charles
McCreary said he could not be certain that the quake, which was 203
kilometers (126 miles) from Sibolga on Sumatra Island, would cause a
tsunami.

Experts agreed the quake was massive.

"This
earthquake has the potential to generate a widely destructive tsunami
in the ocean or seas near the earthquake," NOAA said in a statement on
its Web site. "Authorities in those regions should be aware of this
possibility and take immediate action."

Asked whether evacuations are taking place, USGS spokesman Don Blakeman said, "I certainly hope so."

Thailand
issued a warning that the quake could bring a tsunami to its southern
provinces. The warning, which was carried on national television,
cautioned people in the six provinces to be careful and vigilant, but
did not order evacuations.

USGS spokesman Doug Blake said there had been no reports of tsunami activity nearly 90 minutes after the quake struck. 

"We’re still waiting for any kind of reports," he said.

"At
this point in time we don’t know what type of fault occurred … and
that is critical information we just don’t have yet," he said. "It is
in the aftershock zone of the December 26 quake. It’s a little bit
south, but it’s on the same fault."

The quake occurred at 11:09 a.m. ET (1609 GMT), and is considered a "great" earthquake, the largest of seven grades.

The grades are very minor, minor, light, moderate, strong, major and great.

Tsunamis
are distinguished from normal coastal surf by their great length and
speed. A single wave in a tsunami series might be 160 kilometers (100
miles) long and race across the ocean at 960 kph (600 mph).

When
it approaches a coastline, the wave slows dramatically, but it also
rises to great heights because the enormous volume of water piles up in
shallow coastal bays.

The December 26 quake, measured at
magnitude 9, triggered a massive tsunami that devastated Asian and
African coastlines in nearly a dozen nations.